Kamis, 12 Februari 2009

Proyek ECED

Proyek ECED bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional untuk memastikan semakin banyak anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses terhadap pendidikan dan untuk memberi mereka awal yang baik serta mempersiapkan mereka untuk memasuki sekolah dasar. Proyek ini berjalan di tingkat kebijakan untuk membangun dasar dari sistem pengelolaan pendidikan dan pengembangan anak usia dini, serta mendukung status kesehatan dan nutrisi mereka. Proyek ini akan mendirikan badan jaminan kualitas di tingkat nasional, dan akan membantu mendirikan sistem pengembangan profesional untuk staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyampaian layanan ECED. Proyek ini juga berjalan di tingkat kabupaten untuk memastikan bahwa staf memiliki keterampilan yang mereka butuhkan, serta memastikan bahwa kabupaten mulai menggunakan dana mereka sendiri untuk ECED.

Proyek ini ingin menunjukkan bahwa sistem ini akan sejalan dengan dukungan prakarsa di masyarakat miskin yang menjadi target untuk membantu mereka menyediakan sarana prasekolah yang lebih baik. 738.000 anak dan orang tua mereka di 6.000 masyarakat miskin di 3.000 desa di 50 kabupaten miskin dapat berharap mendapatkan manfaat langsung dari proyek ini, dan perhatian khusus akan diberikan kepada anak-anak berusia 2-4 tahun. Setelah jelas bahwa pendekatan ini berjalan, Pemerintah akan mulai memperluas program ke lebih banyak anak-anak miskin di seluruh negeri.

Proyek Kinerja Pendidikan

Proyek BERMUTU berupaya meningkatkan kualitas dan kinerja pengajaran. BERMUTU, yang merupakan singkatan dari ‘Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading’, merujuk pada “kualitas” dalam Bahasa Indonesia. Proyek ini mempersiapkan kerangka kerja untuk memastikan bahwa setiap guru akan mendapatkan peluang untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan, dan pada saat yang sama meningkatkan keterampilan mengajar mereka. Proyek ini juga merupakan upaya meningkatkan sistem akreditasi bagi program pendidikan guru.

Proyek ini akan bekerja dalam beberapa cara, yaitu melalui pendidikan guru berbasis perguruan tinggi, melalui program pengembangan guru tingkat lokal, dan melalui penemuan cara untuk meningkatkan sistem insentif dan pertanggungjawaban guru. BERMUTU akan dijalankan secara langsung di perguruan-perguruan tinggi terpilih yang memiliki program pelatihan guru, dengan menyediakan hibah berbasis kompetitif untuk mendorong mereka dalam meningkatkan status akreditasi dan meningkatkan program penjangkauan mereka untuk guru latihan di wilayah pedesaan dan terpencil, terutama melalui metode berbasis Teknologi Informasi. Proyek ini akan bekerja bersama kelompok guru, kepala sekolah dan pengawas di 16 provinsi dan 75 kabupaten/kota, dengan menyediakan peluang bagi para guru di wilayah pedesaan dan terpencil untuk meningkatkan keterampilan mereka melalui pembelajaran jarak jauh.

Disusun Kriteria Kinerja Guru

Jakarta, Kamis (22 Januari 2009) -- Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Depdiknas akan menyusun kriteria kinerja guru. Dirjen PMPTK Baedowi mengatakan, kriteria kinerja ini akan dijadikan indikator untuk melakukan pembayaran tunjangan profesi guru. Selain itu, dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan profesional guru bagi yang telah mendapatkan sertifikat profesi.
Baedhowi mengatakan, penerbitan sertifikat profesi bagi guru adalah untuk keprofesiannya, tetapi pembayaran tunjangan profesi adalah berdasarkan atas kinerjanya. Salah satu syaratnya, kata dia, sesuai Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2008 tentang Guru, yakni memenuhi beban kerja guru paling sedikit 24 jam tatap muka dalam satu minggu. "Jadi kinerjanya itu walaupun memenuhi 24 jam tatap muka, tetapi harus dilihat indikator kinerja yang sekarang sedang dikerjakan," katanya usai mengikuti acara penandatanganan MoU bidang pendidikan antara Indonesia dengan Turki di Depdiknas, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Baedhowi menyebutkan, jumlah kumulasi guru yang telah disertifikasi pada 2007 dan 2008 adalah sekitar 360.000 orang. Mulai Januari 2009, kata dia, sudah dipersiapkan pembayaran tunjangan profesinya. Sementara, target guru yang disertifikasi pada 2009 adalah sebanyak 200.000 orang dan pembayaran tunjangan profesinya akan dimulai pada 2010. "Pembayaran ditujukan terutama bagi peserta yang sudah lulus lama, sedangkan yang baru lulus diminta melengkapi berkas untuk diterbitkan SK tunjangan profesi pendidik," katanya.
Baedhowi menegaskan, tidak ada perubahan dalam sistem sertifikasi guru, tetapi perubahan pada pekerjaan kepengawasan terutama bagi pengawas dalam jabatan. Menurut dia, untuk menjaga agar pengawas bekerja secara profesional diperlukan pengawas yang betul - betul memahami proses pembelajaran. "Kalau pengawas tidak menguasai proses pembelajaran kan sulit. Oleh karena itu, dicari mereka yang punya pengalaman sebagai guru atau kepala sekolah," katanya

Siswa SMA Rakit Prototype Mobil SUV

Kota Malang, Senin (26 Januari 2009) -- Siswa - siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak hanya mampu memperbaiki dan melakukan perawatan kendaraan roda dua maupun empat. Dengan bimbingan para pakar mobil di Indonesia, siswa SMK mampu merakit prototype mobil jenis SUV (sport utility vehicle). Mulai dari pembuatan mesin sampai dengan tahap perakitan semuanya dikerjakan siswa SMK.

Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno mengatakan, prototype mobil ini dirakit di pabrik pembelajaran atau teaching factory di SMK. Siswa SMK, kata dia, sudah diajari bagaimana membuat alat dan dibekali dengan prosedur kerja yang jelas. "Mereka mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan itu ke pabrik pembelajaran," katanya usai mendampingi Mendiknas Bambang Sudibyo meninjau pabrik pembelajaran di SMK N 10 Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/1/2009).

Joko mengatakan, prototype mobil yang diberi nama Esemka SUV ini berkapasitas mesin 1.500 cc. DIrencanakan, prototype mobil ini akan dipamerkan di Kemayoran, Jakarta pada Mei 2009. Harga jualnya dibanderol Rp.80 jutaan. Dalam perakitan prototype mobil ini SMK menggandeng PT Nasional Motor Malang.

Selain membuat prototype mobil, kata Joko, bermitra dengan PT. Kanzen para siswa SMK juga merakit kendaraan roda. Dia menyebutkan, dengan sistem getok tular, sebanyak 20 sepeda motor yang sedang dirakit sudah dipesan pembeli. Harga jualnya dibanderol Rp.7 juta. Keuntungan yang diperoleh mencapai Rp.400 rb sampai dengan Rp.500 rb. "Keuntungan tidak hanya pada cash, tapi dengan siswa melakukan pekerjaan riil. Artinya mereka belajar sesuatu yang nyata. Itu suatu keuntungan tidak langsung yang bisa dinikmati selain dengan cash," katanya.***

Pemerintah Bantu SMA Jadi SMK

"JAKARTA--MI: Pemerintah akan memberikan bantuan pengadaan peralatan bagi sekolah-sekolah SMA swasta yang terpaksa gulung tikar, jika mengubah statusnya menjadi sekolah-sekolah SMK."
"Bantuan pengadaan peralatan itu, nantinya akan disesuaikan dengan potensi daerah, serta tergantung dengan volume bantuan dan anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah."
"Jika potensinya daerah manufaktur, maka SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur. Jika potensinya pariwisata, maka SMK Pariwisata, agar perubahan status itu, tidak sia-sia, ujar Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno kepada Media Indonesia, Jumat (11/7)."
Sebelum tahun 1994 memang kurikulum SMU adalah lebih seperti SMK, banyak keterampilan. Mengapa membuat kurikulum 1994 yang merugikan 70% siswa-siswi SMU/SMA yang tidak lanjut ke perguruan tinggi dan harus mencari pekerjaan tanpa keterampilan. Untuk apa sistem ini?
Satu hal lagi adalah status nama SMK (Kejuruan) yang pada umum adalah sekolah khusus untuk calon tukang
padahal cukup banyak lulusan dari SMK melanjut atau ingin melanjut ke perguruan tinggi juga dan "belum pernah ada sebuah tesis yang dapat dipakai sebagai rujukan yang valid, bahwa lulusan SMK mempunyai tingkat pemikiran yang lebih rendah". Kita harus memudahkan cara untuk lulusan SMK yang ingin masuk ke perguruan tinggi.

Selasa, 27 Januari 2009

Sains dan Teknologi

Sains adalah ilmu yang seperti ilmu lain terus menambahkan pengetahuan dari penelitian oleh orang yang berdisiplin dan rajin. Tetapi seringkali kemajuan sains muncul dari idea yang dari awal dianggap gila. Kita harus berani dan percaya diri, dan ingat bahwa kita dapat gagal 1000 kali dalam kegiatan percobaan, tetapi kita hanya perlu berhasil sekali, dan idea kita sudah terbukti.

Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupan modern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar, dan menjadi tuntutan dalam kehidupan professional kita, maka belajar sains dan mengembangan ketrampilan sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat penting dan menjadi keniscayaan.

Museum

"Apabila suatu bangsa adalah sebuah keluarga yang hidup dengan dan dalam rumah kebudayaannya, maka Museum dapatlah dipahami sebagai album keluarga itu. Di dalam album itulah foto-foto seluruh keluarga tersimpan dan disusun dari setiap masa dan generasi. Foto-foto itu ditatap untuk tidak sekedar menjenguk dan menziarahi sebuah masa lalu, sebab waktu bukan hanya terdiri dari ruang dimensi kemarin, hari ini dan besok pagi. Foto-foto itu adalah waktu yang menjadi tempat untuk menatap dan memaknai seluruhnya, bukan hanya peristiwa, akan tetapi juga pemaknaan di balik peristiwa-peristiwa itu. Pemaknaan tentang seluruh identitas, di dalam dan di luar kota. Foto-foto itu akhirnya bukan lagi dipahami sebagai sebuah benda" (HU Pikiran Rakyat, 22 Februari 2001).